Miniatur Demokrasi di MTs Negeri Slawi

Slawi – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi Melaksanakan kegiatan Pemilihan Umum Ketua OSIS Masa Bakti 2017/2018. Kegiatan yang mengadopsi dari sistem pemilihan yang dilaksanakan oleh KPU ini didahului dengan sambutan dari Kepala Madrasah, Mohammad Suaedi, dan dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi calon ketua OSIS di hadapan seluruh siswa yang hadir.

“Barangkali kalian semua sudah mendengar, bahwa tahun 2018 ini merupakan tahun politik. Dimana nanti ada pemilihan-pemilihan pemimpin daerah. Baik di tingkat kabupaten, maupun provinsi. Kemudian tahun depannya lagi, 2019, di tingkat nasional yaitu pemilihan Presiden,” ungkap Suaedi mengawali sambutannya, Senin (16/10).

Digelarnya kegiatan pemilihan umum Ketua OSIS yang langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER) ini bertujuan untuk mencari pemimpin yang memiliki wawasan yang luas, pemikiran yang luas, bertanggung jawab, dan bisa dijadikan suri tauladan atau contoh bagi seluruh siswa.

“Jadi ketua yang terpilih, berangkat dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa, dan bisa dijadikan suri tauladan atau contoh bagi kalian semua,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Samsudin. Mengungkapkan kesannya saat diwawancarai oleh Tim Jurnalistik MTs Negeri Slawi ketika berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di depan ruang guru.

“Proses pemilihan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa, karena semua prosesnya dilakukan persis seperti yang ada di masyarakat, yaitu Pemilihan Umum. Sehingga diharapkan, ketika mereka terjun di masyarakat, sudah mengetahui proses Pemilihan Umum yang sesungguhnya,” jelas Samsudin.

Untuk diketahui, Pemilihan Umum Ketua OSIS masa bakti 2017/2018 ini diikuti oleh 6 kandidat calon ketua OSIS, yakni Anis Amalia Kontesa dari kelas 8 FDS 3 dengan nomor urut satu, berikutnya Bhinta Musyarofah dari kelas 8 FDS 3, selanjutnya nomor urut tiga Jelita Arinal Haq dari kelas 8A, Alifia Shafa Shabrina dari kelas 8 FDS 3 menempati urutan keempat, Neilul Author, nomor urut lima, dari kelas 8 FDS 2 menjadi satu-satunya kandidat putra, dan yang terakhir Ana Zulfa Mutiara dari kelas 8G.

Berdasarkan perhitungan akhir perolehan hasil suara, dari 1.345 Daftar Pemilih Tetap (DPT), 1.210 menjadi suara sah, 90 surat suara tidak sah/ rusak, dan terdapat 45 DPT yang tidak hadir.

Jelita Arinal Haq dengan nomor urut 3, keluar sebagai pemenang, menyisihkan 5 kandidat lainnya dengan memperoleh 494 suara, disusul Anis Amalia Kontesa dengan 296 suara, berikutnya Neilul Author dengan 220 suara, Ana Zulfa Mutiara menempati posisi 4 dengan perolehan 94 suara, berikutnya Alifia Shafa Shabrina dengan 56 suara, posisi buncit dihuni oleh Bhinta Musyarofah dengan perolehan 50 suara. (akb/za/rf)

BERBAGI